Home Ekonomi Bank Indonesia Akan Lakukan Rapat Monitoring Inflasi Per 3 Bulan

Bank Indonesia Akan Lakukan Rapat Monitoring Inflasi Per 3 Bulan

145
0
SHARE
Bank Indonesia Akan Lakukan Rapat Monitoring Inflasi Per 3 Bulan

Keterangan Gambar : Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal - Dok.galeriiklementinal.com

Jayapura,- Bank Indonesia secara berkala akan melakukan rapat monitoring perkembangan inflasi per tiga bulan. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan inflasi yang rendah dan stabil demi kesejahteraan masyarakat Papua.

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal mengatakan sebelum rapat monitoring dilakukan, Badan Pusat Statistik (BPS) Papua harus lebih dulu menyampaikan hasil survey perkembangan ekonomi di lapangan, sehingga Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bisa melakukan evaluasi dan lain sebagainya.

"Ini merupakan langkah baik, mengingat selama ini rapat evaluasi hanya dilakukan satu tahun sekali dan sifatnya hanya formalitas untuk mengevaluasi sehingga hasilnya tidak maksimal," kata Klemen Tinal di Jayapura, Senin (16/3/2020). 

Disamping menggelar rapat rutin, ia meminta agar pemerintah kabupaten dan kota untuk kembali meningkatkan sektor pertanian dan perikanan yang dulunya memiliki peningkatan sebesar 6 persen lebih. 

"Kita harus menggenjot sektor pertanian dan perikanan, kemudian barang dan jasa. Sekarang yang naik cukup drastis adala sektor infrastruktur,". 

"Kalau sektor pertanian dan perikanan bisa naik, otomatis masyarakat tingkat bawah bisa sejahtera karena kedua sektor ini langsung berhubungan dengan masyarakat," ujarnya.  

Selain itu, Wagub Klemen Tinal juga meminta TPID untuk bisa mengintervensi kartel-kartel yang adi di Papua, sebab keberadaan mereka tidak boleh menjadi benalu di atas penderitaan rakyat. 

"Misalnya petani yang menjual barang dari luar Papua keuntungannya hanya berapa persen, sementara yang bawa dari luar dapat keuntungan besar. Ini yang tidak boleh terjadi," kata Klemen dengan tegas. 

Menanggapi itu, dirinya meminta pemerintah kabupaten dan kota di Papua bisa segera mendorong masyarakat untuk bercocok tanam, agar bisa memenuhi kebutuhan Papua dan ketahanan pangan yang kuat. (Admin)