Home Kesehatan Pemprov Papua Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19

Pemprov Papua Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19

113
0
SHARE
Pemprov Papua Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19

Keterangan Gambar : Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal Menunjukan Surat Perpanjangan Masa Tanggap Darurat Covid-19 - galeriklementinal.com

Jayapura, - Pemerintah Provinsi (Pemprov) kembali memperpanjang masa tanggap darurat bencana non alam pandemi Covid-19 untuk 28 hari ke depan terhitung mulai Kamis, 7 Mei hingga 4 Juni 2020. Keputusan tersebut juga berlaku bagi angkutan penumpang dari dan menuju Papua.

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, mengatakan perpanjangan masa tanggap darurat harus dilakukan karena kasus Covid-19 di Bumi Cenderawasih terus meningkat. Dengan demikian, semua warga yang berstatus ODP dan PDP baik yang ada di Kota Jayapura maupun kabupaten yang masuk zona merah harus di karantina. 

"Kata kuncinya, masyarakat harus benar-benar patuh dan ikut aturan dari pemerintah," kata Tinal usai memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Jayapura, Selasa (5/5/2020).

Soal mengkarantinakan seluruh ODP dan PDP, dirinya menyarankan agar pemerintah kabupaten/kota untuk menggunakan aset pemerintah yang ada. 

"Kami tidak tahu saat ini ODP dan PDP itu jumlahnya ada berapa dan ada dimana-mana saja. Jadi kami harap pemerintah kabupaten dan kota bisa segera lakukan karantina. Setelah dikarantina mereka (ODP dan PDP) harus di jaga dan diberikan bantuan sosial serta lainnya," ujarnya. 

"Jadi kami harap kabupaten/kota yang jumlah ODP dan PDP nya sangat banyak segera lakukan rapid test, apalagi alat yang dibutuhkan sudah ada. Kemudian bagi daerah yang peningkatannya sangat ekstrim, kami bisa dilakukan lockdown atau isolasi wilayah," sambung Tinal. 

Di Jakarta, juru bicara pemerintah untuk urusan Covid-19, Achmad Yurianto menyatakan kasus konfirmasi Covid-19 terus bertambah di belahan dunia termasuk Indonesia. Berdiam di rumah menjadi salah satu solusi terbaik dalam memutus rantai penularan virus tersebut.

Sifat virus Corona adalah mampu berkembang biak dengan cara membelah diri dan sering bermutasi. Ini sangat rentan apabila orang yang tidak patuh untuk tinggal di rumah terpapar berulang-ulang oleh pembawa virus.

Ia mengatakan secara klinis gambaran Viral Loud jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh akan berpengaruh terhadap gambaran keluhan klinisnya. Semakin banyak virus yang masuk maka akan semakin berat gejala fisik yang muncul.

"Oleh karena itu sepakat seluruh dunia mengatakan tinggal di rumah agar kemudian paparan virus ini semakin berkurang. Karena jika tidak nantinya akan berimplikasi pada keluhan fisik semakin lama semakin menjelek,” katanya pada konferensi pers di gedung BNPB, Jakarta. (Admin)