Home Otonomi Wagub Papua : Relaksasi Berlanjut Selama 14 Hari ke Depan

Wagub Papua : Relaksasi Berlanjut Selama 14 Hari ke Depan

75
0
SHARE
Wagub Papua : Relaksasi Berlanjut Selama 14 Hari ke Depan

Keterangan Gambar : Satuan Tugas Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 tingkat Provinsi Papua - galeriklementinal.com

Jayapura,- Pemerintah Provinsi Papua memperpanjang masa relaksasi kontekstual selama 14 hari ke depan. Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal mengatakan relaksasi yang merupakan jilib 2 ini muai berlaku pada 20 Juni sampai dengan 3 Juli 2020.

"Secara umum kami sudah bekerja baik menekan indeks penularan korona. Namun pemerintah provinsi, kabupaten dan kota tetap harus bekerja sungguh-sunghuh agar masalah ini bisa cepat selesai," kata Tinal usai rapat virtual dengan Forkopimda kabupaten/kota di Jayapura, Kamis (18/6/2020).

Soal relaksasi transportasi udara dan laut, jelas ia, pemerintah akan lebih mengutamakan bagi pekerja dan masyarakat yang terjebak di Papua untuk kembali ke daerahnya masing-masing.

"Jadi untuk Merauke, Biak, Timika, Jayapura, Wamena dan Nabire silahkan mengatur bagaimana baiknya di relaksasi jilid 2 nanti, yang jelas penerbangan hanya boleh dilakukan dua kali seminggu dan bagi warga yang tidak memiliki KTP Papua, setelah keluar tidak diizinkan kembali ke Papua selama kurun waktu 1 tahun," jelasnya.

Selain transportasi, ujar ia, di masa relaksasi jilid 2, pemerintah memperbolehkan adanya kegiatan beribadah di rumah-rumah ibadah, hanya saja dilakukan satu kali dalam seminggu dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

"Untuk umat Kristen ibadah bisa dilakukan hari Minggu. Begitu juga dengan warga yang beragama Muslim bisa kembali melakukan shalat Jumat. Sementara umat Hindu dan Budah dilakukan sesuai kesepakatan pengurus," ujarnya.

Sedangkan untuk kegiatan belajar mengajar, Tinal menyatakan masih tetap mengikuti kesepakatan yang sudah diambil sejak awal, yakni belajar dari rumah.

"Saya minta selama relaksasi dilakukan, Satpol PP bisa rutin menjalankan tugasnya mengecek penerapan protokol kesehatan," katanya.

Sementara Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua, Silwanus Sumule mengatakan semenjak pemerintah provinsi memberlakukan relaksasi, jumlah harian orang yang sakit atau terinveksi Covid tidak melewati puncak, meskipun secara kumulatif jumlahnya akan terus bertambah.

"Jadi apa yang dilakukan pemerintah sudah di tepat (on the track). Untuk itu, selama 14 hari ke depan kami akan melakukan pemeriksaan secara konsisten, sebab dengan pola ini diyakini Papua akan berhasil mengatasi penyebaran wabah pandemi Covid-19," katanya. (Admin)