Home Ekonomi Wagub Papua Minta Kabupaten dan Kota Bangkitkan Ekonomi Daerah

Wagub Papua Minta Kabupaten dan Kota Bangkitkan Ekonomi Daerah

204
0
SHARE
Wagub Papua Minta Kabupaten dan Kota Bangkitkan Ekonomi Daerah

Keterangan Gambar : Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal (tengah), saat memimpin rapat High Level Tim Pengendali Inflasi Provinsi Papua - Dok.galeriklementinal.com

Jayapura,- Wakil Gubernur (Wagub) Papua Klemen Tinal meminta pemerintah kabupaten dan kota se-Papua untuk membangkitkan ekonomi di daerah, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan laju tingginya inflasi yang terjadi di Bumi Cenderawasih. 

"Di 2019, kami melihat inflasi di Papua tidak menggembirakan karena ada penurunan di sektor pertambangan. Tapi kalau dilihat diluar dari pertambangan ada peningkatan 5 persen. Dengan demikian situasi ini harus diantisipasi karena tambang merupakan sesuatu barang yang pasti akan habis," kata Klemen Tinal di Jayapura, Senin (16/3/2020) usai memimpin rapat tingkat tinggi Tim Pengendali Inflasi Provinsi Papua.

Dirinya menyarakan, setiap daerah di Papua tidak hanya berharap dari sektor pertambangan saja untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi harus mencari opsi-opsi lain yang bisa mengendalikan lajunya tingkat inflasi.    

"Pemerintah kabupaten dan kota juga harus memantau, karena mereka yang memiliki daerah dan bisa memastikan masyarakatnya sudah mandiri atau belum. Selain itu, bagaimana juga bisa mengendalikan harga-harga barang, sebab faktor ini juga menyebabkan inflasi yang tinggi," ujarnya. 

Dalam memantau perkembangan harga, kata ia, pemerintah daerah harus bisa memastikan tidak ada kartel (kelompok produsen independen) yang mengendalikan barang. Dengan demikian, pemerintah harus intens turun ke lapangan untuk mengecek. 

"Apabila ada didapati harga barang yang terlampau mahal, pemerintah harus bisa mengintervensi. Kartel memang harus dapat untung, tapi tidak boleh terlalu berlebihan yang akhirnya memberatkan rakyat,".

"Hal-hal ini yang harus dilakukan ke depan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Papua secara menyeluruh," jelasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Papua di 3 kota IHK dengan menggunakan penghitungan dan tahun dasar baru tahun 2018 (2018 = 100) hasil SBH 2018, pada Februari 2020 terjadi inflasi sebesar 0,59 persen atau terjadi kenaikan angka Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,60 pada Januari 2020 menjadi 104,22 pada Februari 2020. 

Dengan angka inflasi tersebut, maka laju inflasi gabungan 3 kota IHK di Papua tahun kalender (Februari 2020 terhadap Desember 2019) mencapai 1,02 persen dan laju inflasi year on year (Februari 2020 terhadap Februari 2019) mencapai 2,10 persen.

Inflasi gabungan 3 kota IHK di Papua pada Februari 2020 sebesar 0,59 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,13 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,20 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,003 persen, Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,07 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,15 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,16 persen.

Faktor pendorong terjadinya inflasi tersebut adalah kenaikan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditi antara lain,  bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai merah, kangkung, dan lain-lain. Adapun komoditi yang menahan laju inflasi antara lain, tarif angkutan udara, kacang panjang, ikan mujair, bunga pepaya, ikan ekor kuning, dan lain-lain. (Admin)